Perkuat Budaya K3 Perusahaan, PT TIMAH Tbk Gelar Webinar Keselamatan Pertambangan.

MAKLUM NAINGGOLAN

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:54 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri — Dalam rangkaian Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT TIMAH Tbk melalui Division Area Kundur menggelar Webinar Keselamatan Pertambangan 2026 pada Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PT TIMAH Tbk dalam memperkuat implementasi budaya K3 di seluruh lini operasional, khususnya pada kegiatan pertambangan dan pengolahan timah yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Webinar Keselamatan Pertambangan dihadiri Sub Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral Kementerian ESDM, Dean Andreas Simorangkir, Kepala Teknik Tambang Area Kundur PT TIMAH Tbk, Ronanta dan juga para karyawan PT TIMAH Tbk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Inspektur Tambang Ahli Muda Ditjen Minerba ESDM, M Irfan Sabran,Inspektur Tambang Ahli Pertama Ditjen Minerba ESDM M. Aditya Riani dan Inspektur Tambang Ahli Muda Ditjen Minerba ESDM Zulkfli Basri.

Sub Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral Kementerian ESDM, Dean Andreas Simorangkir mengatakan, keselamatan pertambangan itu dikelola oleh masing-masing individu dan menjadi satu ekosistem yang saling berkaitan yang melibatkan berbagai sektor baik perusahaan, Pemerintah, Akademisi serta Asosiasi.

“Inilah ekosistem keselamatan kita bersama yang harus kita tunjukkan nanti kredibilitasnya melalui sebuah perwujudan profesionalisme, ketangguhan atau handal dan kolaboratif.
PT TIMAH Tbk mengangkat tema yang sangat-sangat kontekstual. Saya senang sekali kita bahas mengenai keselamatan pertambangan kapal isap dan kapal keruk yang spesifiknya karena ini sesuai dengan karakteristik resiko operasional PT TIMAH Tbk,” ucap Dean Andreas.

Menurutnya, penambangan di laut dipengaruhi oleh cuaca, gelombang, arus dan jarak pandang yang berbeda, sehingga memiliki profil resiko yang berbeda.
“Penambangan dengan kapal yang memang melibatkan sistem mekanik yang berbeda, interaksi antara manusia, mesin, dan lingkungannya pun juga lebih dinamis dan Itu baru satu hal dari aspek teknis.

Dari aspek non teknisnya seperti cuaca, saya kira tantangan cukup besar. Sehingga kadang-kadang ada tantangan untuk bisa disiplin secara operasional perlu kita waspadai bersama dan jangan meremehkan risiko sekecil apapun meski itu sudah jadi bagian dari rutinitas,” pesannya.

Sementara itu, Inspektur Tambang Ahli Muda, Zulkifli Basri, yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya identifikasi risiko sebelum memulai pekerjaan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas sejak awal. Pastikan lokasi kerja aman dan pahami potensi bahaya yang ada. Banyak kecelakaan kerja terjadi karena kelalaian dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh pekerja untuk membiasakan kepedulian terhadap keselamatan diri, rekan kerja, maupun peralatan kerja dengan melakukan pengamatan dan evaluasi sebelum bekerja.
“Harapan kita sederhana, pergi kerja dengan semangat, bekerja dengan selamat, dan pulang tetap sehat,” katanya.

Dalam webinar tersebut juga dipaparkan berbagai regulasi yang menjadi landasan pengelolaan keselamatan pertambangan, di antaranya: Permen ESDM Nomor 26 Pasal 14 tentang Keselamatan Pertambangan (K3 dan Keselamatan Operasi/KO).

Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik dan Kepdirjen ESDM Nomor 185/K/37.04/DJB/2018 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Keselamatan Pertambangan, termasuk penerapan dan pelaporan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

“Operasi smelter timah, misalnya, melibatkan proses peleburan dengan suhu tinggi, penanganan logam cair, serta penggunaan bahan kimia berbahaya, sehingga memerlukan pengendalian risiko yang ketat dan disiplin operasional yang tinggi,” katanya.

Pengawasan pemerintah melalui Inspektur Tambang juga disebut sebagai pilar penting dalam membangun ekosistem K3 pertambangan nasional yang kuat, tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif. [M.Nainggolan]

Berita Terkait

Pemerintah Desa Perayun Serahkan BLT – DD Untuk Bulan Januari – April 2026 Kepada 30 KPM.
Bupati Karimun Resmikan Jembatan Gantung TOK KENOT Penghubung Antara Desa Tebias dan Desa Sei Asam.
Sejumlah Pejabat Utama di Polres Karimun Mengalami Rotasi.
SMK Negeri Kundur Utara Gelar Peringatan HUT ke – 10 Tahun, Acara Sederhana Namun Meriah.
Sinergi Keimigrasian dan Daerah Diperkuat di Wilayah Perbatasan Karimun
Guna Pencegahan Terjadinya Kekerasan, Pemerintah Desa Tebias Adakan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Gerakan Ekonomi Masyarakat, PT TIMAH Berdayakan KWT Lanjut Lestari Lewat Produk Belacan Cinta
Perkuat Pengasuhan Anak Usia Dini, PT Timah Tbk Bersama BKKBN Kepri Adakan Konseling Keluarga di Karimun.

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:10 WIB

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:42 WIB

Uji coba

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:40 WIB

Pasca Bencana, Ratusan Emak-Emak Antre Gas LPG 3 Kg di SPBU Pengkala Blangkejeren

Berita Terbaru