Bogor — Dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI menyelenggarakan Retret PWI 2026 sebagai ikhtiar memperkuat kapasitas dan karakter wartawan Indonesia.
Kegiatan ini digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dan menjadi momentum penting dalam membangun pers yang tangguh, berintegritas, serta berwawasan kebangsaan.
Pembukaan retret dilaksanakan secara resmi melalui upacara yang dipimpin Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dengan dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat.
Retret ini diikuti 160 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan dari Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan bahwa tantangan pers ke depan tidak hanya berkaitan dengan profesionalisme jurnalistik, tetapi juga menyangkut ketahanan informasi nasional. Oleh karena itu, PWI memandang penting adanya ruang pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab sosial wartawan dalam mengelola informasi.
Sementara itu, dalam sambutan Menteri Pertahanan RI yang dibacakan oleh Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan, ditegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik yang sehat dan konstruktif. Pers diharapkan menjadi mitra negara dalam menjaga stabilitas nasional, sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol secara independen dan bertanggung jawab.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk membangun komitmen bersama, memperkuat nilai bela negara, serta menanamkan kedisiplinan dan kebersamaan.
Para peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperdalam kesadaran akan peran pers dalam menjaga persatuan bangsa.
Pesan utama yang mengemuka selama retret adalah pentingnya menjaga marwah profesi wartawan dengan menjunjung tinggi etika, integritas, dan kepentingan nasional. []