Medan, tribunnews99.com – Sebanyak 31 peserta dinyatakan kompeten dalam Pelatihan dan Sertifikasi Uji Kompetensi Pelaksanaan Manajemen Risiko (Certified Risk Officer/CRO) yang diselenggarakan secara hybrid melalui kolaborasi TUK KAMI Kompeten Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM), dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan ini merupakan inisiatif Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) bersama Organisasi dan Tata Laksana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut). Peserta berasal dari berbagai unit di lingkungan UIN Sumut, antara lain Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Perpustakaan, serta Pascasarjana.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dalam bidang manajemen risiko sebagai upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang efektif, akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap. Seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan secara daring melalui Zoom Meeting. Selanjutnya, pelatihan tatap muka sekaligus uji kompetensi dilaksanakan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan mengelola risiko merupakan kompetensi strategis yang harus dimiliki perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika perubahan, meningkatkan kualitas tata kelola, serta memperkuat akuntabilitas institusi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber yang berpengalaman di bidang manajemen risiko. Ida Wayan Putra Ekantara, SSTP., M.H., CIAP., CGRA, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, menyampaikan materi bertajuk “Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi: Mengubah Kepatuhan Menjadi Budaya Strategis.” Ia menekankan bahwa manajemen risiko tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja organisasi, kualitas pengambilan keputusan, dan keberlanjutan institusi.
Materi berikutnya disampaikan oleh Putri Ayu Erikusuma Wardhani, S.TP., CRP., RTA, yang mengulas implementasi manajemen risiko secara komprehensif, mulai dari proses identifikasi, analisis, evaluasi, pengendalian risiko, hingga penyusunan strategi mitigasi sesuai standar kompetensi nasional.
Selain mengikuti pelatihan, seluruh peserta juga menjalani uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor profesional dari BNSP dan LSP Pasar Modal, yakni Hendi Tarihoran dan Ida Bagus Sutrista Adi. Proses asesmen dilakukan berdasarkan unit-unit kompetensi pada skema Pelaksanaan Manajemen Risiko, sehingga mampu mengukur kompetensi peserta secara objektif sesuai standar nasional.
Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinasikan oleh KAMI Kompeten Indonesia di bawah kepemimpinan Ivan Suaidi, S.Sos., M.M. Sebagai lembaga pelatihan berbasis kompetensi, KAMI Kompeten Indonesia terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program pelatihan dan sertifikasi profesi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta tata kelola organisasi modern.
Hasil asesmen menunjukkan capaian yang membanggakan. Seluruh 31 peserta dinyatakan “Kompeten” dan berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP serta menyandang gelar nonakademik Certified Risk Officer (CRO) sebagai pengakuan atas kompetensi mereka dalam bidang pelaksanaan manajemen risiko.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara UIN Sumatera Utara, KAMI Kompeten Indonesia, LSP Pasar Modal, dan BNSP mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten di bidang manajemen risiko. Melalui sertifikasi ini, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan dalam membangun budaya manajemen risiko di lingkungan kerja masing-masing, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik, transparan, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.(Red)




















