Denpasar|Tribun News 99 – Warga Kelurahan Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Bali, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak di pinggir Jalan Letda Reta, tepatnya di depan Gang XXVI, Selasa. Pria tersebut diketahui bernama Novi Arianto (44), warga asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Meski sempat ditemukan masih bernapas lemah, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat petugas medis tiba di lokasi.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga, Arif Sunardianto (57), ketika sedang merapikan warung miliknya pada pagi hari. Saat menoleh ke arah jalan, ia melihat seorang pria tergeletak telentang di tepi jalan dengan mengenakan kaus dan celana pendek berwarna hitam.
Menyadari korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski dalam kondisi sangat lemah, Arif bersama warga sekitar segera memberikan pertolongan awal. Korban kemudian dipindahkan ke area parkir sebuah toko yang dinilai lebih aman sambil menunggu kedatangan ambulans dari BPBD Kota Denpasar dan personel kepolisian dari Polsek Denpasar Timur.
Namun, sekitar sepuluh menit kemudian, ketika petugas medis bersama anggota kepolisian tiba di lokasi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban.
Di sekitar tubuh korban, petugas menemukan sejumlah barang pribadi yang masih utuh, antara lain dompet berisi identitas dan kartu ATM, telepon genggam, sejumlah uang tunai, serta obat pereda nyeri. Seluruh barang tersebut diamankan sebagai bagian dari proses identifikasi dan penyelidikan.
Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Denpasar kemudian melakukan pemeriksaan fisik luar terhadap jasad korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun luka yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Temuan obat pereda nyeri di lokasi kejadian juga menjadi salah satu petunjuk awal yang menguatkan dugaan bahwa korban memiliki riwayat penyakit tertentu. Meski demikian, kepolisian masih menunggu proses lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
Jenazah Novi Arianto selanjutnya dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah), Denpasar, guna penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian bersama aparat lingkungan setempat masih melakukan penelusuran terkait tempat tinggal korban selama berada di Bali serta berupaya menghubungi pihak keluarga di Kabupaten Tulungagung agar dapat segera memperoleh informasi mengenai peristiwa tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan seseorang dalam kondisi darurat di ruang publik sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian, namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi adanya unsur tindak kriminal dalam peristiwa tersebut. [HILAL]




















