Aceh Barat| Tribun News 99 — Anggota Komisi IV DPR RI, Jamaluddin Idham, S.H., M.H., turun langsung meninjau Gudang Perum Bulog Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (7/5/2026). Sidak politisi PDI Perjuangan itu bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan peringatan terbuka agar stok pangan pemerintah tidak dikelola asal-asalan.
Di dalam gudang, Jamaluddin memeriksa langsung cadangan beras pemerintah, termasuk beras subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program bantuan pangan nasional. Dari sejumlah sampel yang ditunjukkan, ia menemukan kualitas beras yang dinilai belum layak masuk kategori premium.
“Tolong kualitas beras ditingkatkan. Ini akan dikonsumsi masyarakat. Harus ada standar mutu yang benar-benar dijaga,” kata Jamaluddin di hadapan pejabat Perum Bulog Kancab Meulaboh.
Ketua PDIP Aceh itu tampak menyoroti serius kondisi fisik sejumlah sampel beras yang tersimpan di gudang. Ia menegaskan, distribusi pangan pemerintah tidak boleh sekadar mengejar kuantitas sambil mengabaikan kualitas konsumsi warga.
“Hari ini kita datang mengingatkan. Kalau tidak ada upaya memperbaiki kualitas, maka akan ada inspeksi lanjutan,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Aceh I, Jamaluddin mengaku prihatin apabila masyarakat menerima bantuan pangan dengan mutu di bawah standar. Menurutnya, program bantuan pemerintah seharusnya menjadi instrumen perlindungan sosial, bukan justru menghadirkan keluhan baru di tengah masyarakat.
Ia menilai kualitas Beras Bantuan Pangan (Bapang) yang tersimpan di Gudang Bulog Meulaboh perlu segera dievaluasi. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dinilai mencederai standar pelayanan lembaga pangan milik negara.
“Rakyat tidak boleh diposisikan sebagai penerima beras seadanya. Negara wajib memastikan bantuan yang diberikan benar-benar layak konsumsi,” ujarnya.
Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Aceh, Jamaluddin juga memantau langsung harga beras pemerintah yang beredar di pasar-pasar Meulaboh. Langkah itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan mutu pangan berjalan seiring, terutama di tengah tekanan ekonomi masyarakat. (Azam)

















