Tarano, Sumbawa – Penanganan pascainsiden dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Tarano menjadi perhatian berbagai pihak. Sebagai bentuk dukungan terhadap koordinasi penanganan kejadian tersebut, Serka Rudi Hartono, Babinsa Desa Labuhan Jambu anggota Koramil 1607-02/Empang, menghadiri rapat koordinasi di Aula Kantor Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Kamis (29/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Serka Rudi Hartono hadir mewakili Danramil 1607-02/Empang, Letda Inf Wage Kurniadi Masil. Rapat koordinasi ini diselenggarakan untuk membahas penanganan pascainsiden keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan menu MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tarano, Yayasan Generasi Emas Cinong Bekasi.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (27/10/2026) dan melibatkan beberapa satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Tarano. Kejadian ini mendorong perlunya koordinasi lintas sektor guna membahas langkah penanganan, evaluasi pelaksanaan program, serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kehadiran Babinsa dalam rapat tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD melalui aparat kewilayahan terhadap upaya pemerintah dan pihak terkait dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan serta kesehatan masyarakat, khususnya peserta didik sebagai penerima manfaat program MBG.
Koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan setiap perkembangan kejadian ditindaklanjuti secara tepat sesuai kewenangan masing-masing. Evaluasi terhadap proses penyediaan, pengolahan, distribusi, dan penyajian makanan juga diperlukan guna mendukung peningkatan kualitas serta keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Selain itu, komunikasi yang baik antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pihak sekolah, penyelenggara program, dan unsur terkait diharapkan dapat mempercepat penanganan serta memberikan kejelasan informasi kepada masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan langkah penanganan pascainsiden dapat berjalan secara terpadu, disertai evaluasi menyeluruh demi menjaga keselamatan peserta didik. Pelaksanaan program MBG juga diharapkan tetap mengedepankan standar kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan yang ketat sehingga tujuan pemenuhan gizi bagi anak-anak dapat tercapai dengan baik.
**(Pendim 1607/Sumbawa)**




















