Jaranan Pegon Sidorejo, Warisan Budaya yang Terus Hidup dan Siap Semarakkan Tradisi Bulan Suro

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:35 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Jatim|Tribun News 99 – Tradisi pelestarian budaya lokal kembali ditunjukkan masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan budaya Jaranan Pegon dalam rangka menyambut Bulan Suro.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (4/7/2026) hingga Minggu (5/7/2026), menjadi wujud nyata komitmen masyarakat bersama pemerintah desa dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa Sidorejo yang dipimpin Kepala Desa Danang Catur Budi Utomo, S.T., M.Si., selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang masih mempertahankan kesenian tradisional sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Salah satu pusat perkembangan kesenian tersebut berada di Dusun Sawahan yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya kelompok seni Jaranan Pegon Kridho Karyo Pusoko.

Keberadaan kelompok seni tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai historis dan budaya yang kuat. Jaranan Pegon yang berkembang di Sidorejo merupakan hasil perpaduan kreativitas para seniman lokal dengan budaya Mataraman yang dibawa oleh Sukaryo Serang, seorang seniman asal Surakarta yang kemudian menetap di kawasan Sawahan, Kalangbret.

Berbekal pengalaman berkesenian, ia bersama para seniman setempat mengembangkan bentuk pertunjukan baru yang kemudian dikenal sebagai Jaranan Pegon.

Dalam perkembangannya, Jaranan Pegon tidak sekadar menjadi tontonan rakyat, melainkan juga media pelestarian nilai-nilai budaya Jawa. Gerakan tari yang menampilkan atraksi penunggang kuda kepang dipadukan dengan tokoh macanan, celengan, hingga barongan menghadirkan pertunjukan yang dinamis sekaligus sarat makna filosofis.

Di Tulungagung sendiri, kesenian jaranan memiliki berbagai jenis yang berkembang di tengah masyarakat, di antaranya Jaranan Senterewe, Jaranan Jawa atau klasik, Jaranan Pegon, hingga Jaranan Campursari.

Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, namun tetap mempertahankan unsur utama berupa tarian para prajurit berkuda dengan iringan musik gamelan tradisional.

Dalam beberapa pementasan, pertunjukan juga diwarnai prosesi adat serta fenomena trance atau ndadi yang berlangsung di bawah pengawasan pawang.
Bagi masyarakat Desa Sidorejo, khususnya Dusun Sawahan, Jaranan Pegon telah menjadi identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Kesenian tersebut rutin dipentaskan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti bersih desa, hajatan pernikahan, khitanan, peringatan hari besar nasional, hingga ritual adat Bulan Suro yang dipercaya sebagai momentum memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat dijauhkan dari berbagai bencana, pagebluk, maupun musibah.

Prestasi yang diraih kelompok seni Kridho Karyo Pusoko turut memperkuat eksistensi Jaranan Pegon sebagai salah satu aset budaya Kabupaten Tulungagung. Kelompok ini telah beberapa kali mengikuti festival jaranan di berbagai daerah, menjadi pengisi acara Festival Hari Tari Sedunia di Alun-alun Tulungagung, memperoleh sertifikat Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada 7 Oktober 2024, serta dipercaya sebagai sumber data utama Kabupaten Tulungagung dalam proses pengajuan Jaranan Pegon sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional pada 2023.

Rangkaian kegiatan budaya tahun ini diawali pada Sabtu malam, 4 Juli 2026, dengan acara Megengan dan pentas seni yang dimulai pukul 20.00 WIB. Tradisi tersebut menjadi pembuka sebelum pelaksanaan ritual utama pada keesokan harinya.

Pada Minggu, 5 Juli 2026, kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan selamatan bersama, dilanjutkan ziarah dan kirab jaranan pukul 07.30 WIB. Selanjutnya dilaksanakan prosesi obong menyan pada pukul 08.00 WIB sebagai bagian dari tradisi adat yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Pembukaan resmi pentas Jaranan Pegon dijadwalkan berlangsung pukul 08.30 WIB. Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Sidorejo, Danang Catur Budi Utomo, S.T., M.Si., kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, M. Adrian Candra, sebelum doa bersama dan dimulainya pertunjukan seni Jaranan Pegon.

Selama berlangsungnya pertunjukan, masyarakat akan disuguhi berbagai atraksi khas Jaranan Pegon yang menampilkan kekompakan para penari, iringan gamelan tradisional, serta berbagai tokoh yang menjadi ciri khas pertunjukan.

Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dengan selamatan penutup sebagai simbol rasa syukur sekaligus harapan agar tradisi budaya yang diwariskan para leluhur tetap lestari.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, masyarakat Desa Sidorejo berharap Jaranan Pegon tidak hanya dikenal sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus dipelajari, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi muda.

Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat menjaga identitas budaya lokal dinilai menjadi modal penting dalam mempertahankan kekayaan budaya bangsa sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Tulungagung. [Hilal]

Berita Terkait

PENGERJAAN PEMBANGUNAN TROTOAR JALAN TEUKU UMUR, PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN TURUN KEJALAN.
Tujuh Kursi Kosong, Pimpinan OPD Di Pemkab Tulungagung Telah Di isi
DINAS PUPR TULUNGAGUNG KEBUT PERBAIKAN JALAN DI KARANGREJO
PENGERJAAN PEMBANGUNAN TROTOAR JALAN TEUKU UMUR, PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN TURUN KEJALAN.
ACARA TASYAKURAN MEMPEINGATI HARI SANTRI MASIONAL DIHADIRI PLT. BUPATI AHMAD BAHARUDIN.
SMPN6 Tulungagung Peringati Hari Santri Nasional 
HARI SANTRI NASIONAL 2026, SMPN 6 TULUNGAGUNG BAGIKAN 380 PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA.
KEJUARAAN PIALA BUPATI KEDIRI 2026 DIPEREBUTKAN KONTINGEN DARI SMPN 1 GURAH KEDIRI

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Melalui MTQH, Danramil Lunyuk Perkuat Harmoni Sosial dan Nilai Spiritual Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:16 WIB

MTQH Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda, Danramil Moyo Hilir Hadir Berikan Dukungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Utamakan Kelestarian Lingkungan, Babinsa Lenangguar Imbau Warga Bijak Manfaatkan Lahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Kerekeh hingga Kerato, Babinsa Dukung Koordinasi Program Bedah Rumah di Lima Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dukung Masa Depan Pencari Kerja, Kasdim Sumbawa Hadir di Sumbawa Job Fair 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Anggota Koramil 1607-03/Ropang Bersama Warga Gotong Royong di Desa Lenangguar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Pemuda Tangguh, Indonesia Kuat: Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Upacara Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Jaga Kedekatan dengan Masyarakat, Babinsa Hadiri Syukuran Pelantikan Kades Telaga

Berita Terbaru