Tulungagung |Tribun News 99 – Upacara peringatan Hari Santri Nasional di SMPN 6 Tulungagung pada hari Kamis (22/10/2026), berlangsung khidmat untuk menanamkan nilai religius dan nasionalisme kepada siswa.
Peringatan Hari Santri Nasional di SMPN 6 Tulungagung tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga aksi sosial. Sebanyak 380 paket sembako dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, kawasan utara Makam Krapyak, dan sekitarnya pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat karakter siswa. Sekolah yang dikenal dengan sebutan Sixta itu mengemas peringatan Hari Santri melalui perpaduan nilai keagamaan, nasionalisme, kedisiplinan, dan aksi kemanusiaan.
Kepala SMPN 6 Tulungagung Edi Purwanto mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi sekolah untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki iman, takwa, dan karakter yang kuat.
“Visi dan misi sekolah mengarah pada pembentukan anak didik yang beriman dan bertakwa. Karena itu, kegiatan bernuansa religi Islami terus kami kembangkan, termasuk melalui momentum Hari Santri Nasional,” ujarnya.
Kelompok Paskibra SMPN 6 Tulungagung mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Kelompok Paskibra SMPN 6 Tulungagung mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Puncak peringatan di halaman sekolah melibatkan 1.118 siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Sejumlah kegiatan ekstrakurikuler turut dilibatkan, mulai dari pasukan pengibar bendera (Paskibraka), remaja masjid, kelompok hadrah, olah vokal, hingga pembuatan video kreatif oleh siswa.
Kolaborasi tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan sekolah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap agama dan Tanah Air.
Penanaman nilai Hari Santri tidak hanya dilakukan saat acara puncak. Sebelumnya, siswa mengikuti pembelajaran dengan nuansa Islami, mengenakan busana muslim, serta membaca ayat suci dan mengikuti tartil Al-Qur’an pada pagi hari.
Sementara itu, siswa non-Muslim tetap menjalankan kegiatan sesuai keyakinan masing-masing. Hal tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan sekolah yang tetap memperhatikan keberagaman peserta didik.
Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 6 Tulungagung, menyampaikan amanat sebagai pembina upacara peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 6 Tulungagung, menyampaikan amanat sebagai pembina upacara peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Bagi Edi, pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui nasihat maupun seremoni. Siswa perlu mendapat kesempatan untuk menerapkan nilai kepedulian melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, pembagian sembako menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di SMPN 6 Tulungagung.
Paket bantuan tersebut berisi mi instan, minyak goreng, dan roti kering. Selain diharapkan membantu penerima, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa tentang arti berbagi, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Anak-anak menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat sekitar. Kami ingin menanamkan bahwa semangat Hari Santri bukan hanya diperingati, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 6 Tulungagung, bersama para guru berbusana muslim dalam foto bersama memperingati Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 6 Tulungagung, bersama para guru berbusana muslim dalam foto bersama memperingati Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Edi menegaskan, nilai religius perlu berjalan beriringan dengan kedisiplinan dan nasionalisme. Ketiganya menjadi bekal agar siswa tumbuh sebagai generasi penerus bangsa. [Hilal]




















