Tulungagung, Jatim|Tribun News 99 —Upaya pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Brantas, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, masih terus dilakukan oleh tim gabungan hingga Rabu (8/7/2026). Korban diketahui bernama Nurkolis Sugiono (45), warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, yang diduga tercebur ke sungai setelah berpamitan kepada keluarganya untuk memancing.
Peristiwa ini bermula pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB saat korban meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Kepada istrinya, Nurkolis berpamitan hendak memancing di Sungai Brantas, aktivitas yang telah beberapa kali dilakukannya. Namun, hingga sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, korban tidak kunjung pulang dan sudah tidak dapat dihubungi melalui telepon seluler.
Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, pihak keluarga segera berupaya mencari keberadaan korban ke sejumlah lokasi yang kemungkinan menjadi tempat tujuan. Pencarian mandiri dilakukan hingga malam hari dengan melibatkan kerabat dan warga sekitar. Namun, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Titik terang baru muncul pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB ketika anak korban bersama sejumlah warga menemukan sepeda motor yang digunakan korban terparkir di bibir Sungai Brantas. Tidak jauh dari lokasi itu, alat pancing serta sandal yang diduga milik korban juga ditemukan dalam kondisi tertinggal di tepi sungai.
Penemuan barang-barang pribadi tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban kemungkinan terpeleset atau tercebur ke aliran Sungai Brantas saat memancing. Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat terkait sehingga operasi pencarian resmi segera dilaksanakan.
Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Trenggalek, Taufik, menjelaskan bahwa tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian dengan berbagai metode. Sebanyak 25 personel dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat dilibatkan dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama melakukan penyisiran melalui jalur sungai menggunakan dua unit perahu karet, sedangkan kelompok kedua melakukan pemantauan dari jalur darat di sepanjang bantaran Sungai Brantas guna mengantisipasi apabila korban tersangkut di tepian maupun terbawa arus ke lokasi lain.
Penyisiran melalui jalur air difokuskan pada radius sekitar lima kilometer dari titik awal dugaan korban jatuh ke sungai.
Kondisi arus, kedalaman air di beberapa titik, serta karakteristik Sungai Brantas menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari sehingga setiap proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Hingga operasi pencarian hari kedua berlangsung, korban masih belum ditemukan. Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta berbagai informasi yang diperoleh dari masyarakat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika memancing seorang diri. Sungai Brantas dikenal memiliki arus yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama setelah hujan di wilayah hulu, sehingga kewaspadaan menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Pihak keluarga berharap korban dapat segera ditemukan, sementara masyarakat sekitar turut memberikan dukungan dengan membantu memberikan informasi apabila menemukan petunjuk yang dapat mempercepat proses pencarian.
Aparat bersama tim SAR juga mengimbau warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Brantas untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. [HILAL]




















