Tribun News 99 Jawa Timur – Tulungagung. Ratusan warga Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung melakukan aksi perbaikan jalan rusak menggunakan tanah uruk lewat dana swadaya. Aksi itu sebagai bentuk kritik terhadap Pemkab Tulungagung karena hanya obral janji tanpa realisasi perbaikan jalan.
Kepala Desa Sumberdadap, Slamet Rianto mengatakan kondisi jalan lingkar Demuk, Kecamatan Pucanglaban sudah rusak berat selama bertahun-tahun. Bahkan jalan yang semula berupa aspal, kini sudah hilang menjadi jalan “makadam”.
“Kondisi jalan rusak parah sudah bertahun-tahun. Banyak masyarakat yang jatuh mengalami kecelakaan akibat jalan rusak,” ujarnya.
Total panjang jalan lingkar Demuk yang rusak mencapai 3 kilometer. Khusus jalan rusak di Desa Sumberdadap mencapai panjang 1,2 kilometer. Jalan lingkar Demuk merupakan jalur penghubung antar desa.
“Jalan ini sangat vital bagi masyarakat. Mengingat jumlah penduduk yang sangat banyak dan harus melalui akses jalan rusak,” terangnya.
Pemerintah Desa Demuk sudah berupaya meminta perbaikan kepada Pemkab Tulungagung. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Dulu status jalan masih desa, terus kami bersurat kepada Pemkab Tulungagung untuk merubah status jalan menjadi milik kabupaten,” jelasnya.
Apalagi dengan kebijakan pemerintah pusat memotong dana desa sebesar 65 persen, membuat pemerintah desa tidak dapat berbuat banyak untuk memperbaiki jalan rusak. Warga sempat berencana melakukan aksi tanam pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Tulungagung karena tidak segera melakukan perbaikan.
“Awalnya warga ingin aksi tanam pohon pisang. Tapi setelah berkomunikasi, disepakati untuk melakukan aksi swadaya,” paparnya.
Melalui swadaya masyarakat “urunan” untuk membeli tanah uruk. Dari dana swadaya yang terkumpul, warga dapat membeli tanah uruk sebanyak 13 rit untuk menutup jalan dengan kondisi rusak berat. (Hilal)




















