Surabaya Jatim|Tribun News 99 — Seorang mahasiswa asal Kabupaten Jombang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan Raya Sepat, Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Satu pengendara lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Korban meninggal diketahui berinisial TR, seorang mahasiswa yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi S 2081 WN. Sementara pengendara lain berinisial SS, warga Kabupaten Sidoarjo, mengendarai Honda Vario bernomor polisi W 2914 BL dan dilaporkan mengalami luka ringan.
Kapolsek Lakarsantri, Kompol Imam Solikin, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan awal yang diperoleh petugas, kedua kendaraan melaju dari arah yang berlawanan sebelum akhirnya bertabrakan di ruas jalan tersebut.
Menurutnya, sepeda motor Honda Vario melaju dari arah barat menuju timur, sedangkan Yamaha Mio bergerak dari arah sebaliknya. Benturan terjadi di bagian depan kedua kendaraan sehingga mengakibatkan kerusakan cukup berat dan membuat kedua pengendara terjatuh.
Akibat kerasnya benturan, TR dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya untuk proses penanganan lebih lanjut. Sementara itu, SS segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya.
Polisi juga telah menghubungi keluarga korban meninggal dunia. Hingga Minggu pagi, pihak keluarga dikabarkan sedang menuju rumah sakit untuk proses identifikasi dan penanganan selanjutnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pengendara diketahui mengenakan helm dan membawa dokumen kendaraan yang dinyatakan lengkap. Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan penyidik untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kecelakaan.
Kepolisian menyatakan dugaan penyebab kecelakaan masih didalami. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi, faktor kurangnya kehati-hatian serta kecepatan kendaraan diduga turut berkontribusi terhadap terjadinya tabrakan.
Kondisi jalan yang relatif lengang pada waktu dini hari juga diduga membuat kendaraan melaju dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
Selain memeriksa faktor manusia, penyidik turut menaruh perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di sekitar lokasi.
Berdasarkan pengamatan petugas, terdapat pekerjaan perbaikan jalan pada salah satu sisi ruas jalan yang menjadi bagian dari bahan evaluasi dalam penyelidikan. Namun demikian, kepolisian belum menyimpulkan apakah kondisi tersebut memiliki hubungan langsung dengan penyebab kecelakaan.
Terkait informasi awal mengenai dugaan kondisi fisik maupun pengaruh tertentu terhadap para pengendara sebelum kecelakaan terjadi, kepolisian menegaskan seluruhnya masih dalam tahap pendalaman. Kesimpulan resmi hanya akan disampaikan setelah seluruh proses penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan alat bukti selesai dilakukan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas, terutama pada jam-jam ketika arus kendaraan masih sepi. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi batas kecepatan, menjaga konsentrasi selama berkendara, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan yang sedang dalam tahap perbaikan guna meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat merenggut korban jiwa. [Hilal]




















