Jembatan Apung Kedua Resmi Dibuka, Pangkas Akses Dua Kecamatan dan Didorong Jadi Magnet Wisata Tulungagung

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:43 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Jatim|Tribun News 99 — Penantian warga selama bertahun-tahun terhadap hadirnya jalur penghubung yang lebih dekat antara Kecamatan Bandung dan Kecamatan Campurdarat akhirnya terjawab.

Jembatan Apung 2 yang menghubungkan Dusun Munggahan, Desa Munggahan, Kecamatan Bandung, dengan Dusun Gedangan, Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, resmi dibuka untuk umum pada Rabu (15/7/2026). Kehadiran jembatan tersebut tidak hanya memangkas jarak tempuh masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan destinasi wisata baru di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peresmian jembatan berlangsung di Dusun Munggahan dan dihadiri ratusan warga dari kedua desa. Acara ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari Daerah Pemilihan IV, H. Widodo Prasetyo, SP., M.M.A., didampingi Kepala Desa Munggahan Maryono, Kepala Desa Gedangan Sugeng, perwakilan pemerintah daerah, unsur kepolisian sektor setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ketua RT, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan sarana penghubung yang telah lama dinantikan masyarakat. Suasana berlangsung sederhana namun penuh antusiasme, dengan warga dari berbagai usia memadati lokasi untuk menyaksikan momen peresmian tersebut.

Jembatan apung ini dibangun sebagai jalur penghubung yang menghubungkan kawasan Kecamatan Bandung yang terdiri atas 18 desa dengan Kecamatan Campurdarat yang memiliki sembilan desa. Selama ini, sebagian warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai wilayah seberang, termasuk pelajar, pekerja, pedagang, hingga petani yang melakukan aktivitas setiap hari.

Dengan beroperasinya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien. Anak-anak sekolah dapat menempuh perjalanan lebih singkat, sementara aktivitas ekonomi antarwilayah diperkirakan akan semakin meningkat karena akses distribusi hasil pertanian dan perdagangan menjadi lebih mudah.

Selain berfungsi sebagai sarana transportasi alternatif, jembatan apung juga mulai menarik perhatian masyarakat sebagai objek wisata lokal. Bentuk konstruksinya yang berada di atas aliran sungai menggunakan puluhan drum plastik sebagai pelampung dengan lintasan papan kayu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Pemandangan sungai dan suasana pedesaan di sekitarnya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis alam.

Untuk menggunakan fasilitas tersebut, pengunjung dikenakan tarif penyeberangan sebesar Rp1.000 bagi pejalan kaki maupun pengguna sepeda ontel, sedangkan kendaraan roda dua dikenai tarif Rp2.000. Tarif tersebut digunakan sebagai bagian dari pengelolaan operasional jembatan.

Keberadaan jembatan apung ini juga mendapat perhatian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bersama Perum Jasa Tirta I yang melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang sungai agar tetap memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, dan ketentuan teknis yang berlaku.

Menurut informasi dari pengelola dan pemerintah desa, gagasan pembangunan jembatan sebenarnya telah diajukan sejak 2019 kepada pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum. Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan setelah pandemi Covid-19 menghambat berbagai program pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah.

Setelah melalui proses survei dan kajian oleh pihak terkait, pengajuan kembali dilakukan pada 2022. Proses tersebut kemudian dilanjutkan hingga seluruh tahapan perizinan dapat dipenuhi. Pembangunan jembatan akhirnya dapat direalisasikan dengan melibatkan pengelola yang bertanggung jawab terhadap operasional dan pemeliharaan fasilitas tersebut.

Meski jembatan kini telah berfungsi, sejumlah perangkat desa dan masyarakat masih berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung menuju lokasi. Sebab, sebagian ruas jalan menuju jembatan masih berupa jalan makadam berbatu yang dinilai kurang nyaman, terutama saat musim hujan.

Harapan itu disampaikan agar akses menuju jembatan dapat ditingkatkan menjadi jalan beraspal atau paving sehingga manfaat keberadaan jembatan semakin optimal. Infrastruktur pendukung yang memadai dinilai akan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata yang mulai tumbuh di sekitar lokasi.

Dengan mulai beroperasinya Jembatan Apung 2, masyarakat berharap keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya menjadi simbol konektivitas antarwilayah, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru melalui sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata desa.

Pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan terus menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di sekitar kawasan jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga kedua kecamatan. [Hilal]

Berita Terkait

PENGERJAAN PEMBANGUNAN TROTOAR JALAN TEUKU UMUR, PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN TURUN KEJALAN.
Tujuh Kursi Kosong, Pimpinan OPD Di Pemkab Tulungagung Telah Di isi
DINAS PUPR TULUNGAGUNG KEBUT PERBAIKAN JALAN DI KARANGREJO
PENGERJAAN PEMBANGUNAN TROTOAR JALAN TEUKU UMUR, PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN TURUN KEJALAN.
ACARA TASYAKURAN MEMPEINGATI HARI SANTRI MASIONAL DIHADIRI PLT. BUPATI AHMAD BAHARUDIN.
SMPN6 Tulungagung Peringati Hari Santri Nasional 
HARI SANTRI NASIONAL 2026, SMPN 6 TULUNGAGUNG BAGIKAN 380 PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA.
KEJUARAAN PIALA BUPATI KEDIRI 2026 DIPEREBUTKAN KONTINGEN DARI SMPN 1 GURAH KEDIRI

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Melalui MTQH, Danramil Lunyuk Perkuat Harmoni Sosial dan Nilai Spiritual Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:16 WIB

MTQH Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda, Danramil Moyo Hilir Hadir Berikan Dukungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Utamakan Kelestarian Lingkungan, Babinsa Lenangguar Imbau Warga Bijak Manfaatkan Lahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Kerekeh hingga Kerato, Babinsa Dukung Koordinasi Program Bedah Rumah di Lima Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dukung Masa Depan Pencari Kerja, Kasdim Sumbawa Hadir di Sumbawa Job Fair 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Anggota Koramil 1607-03/Ropang Bersama Warga Gotong Royong di Desa Lenangguar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Pemuda Tangguh, Indonesia Kuat: Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Upacara Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Jaga Kedekatan dengan Masyarakat, Babinsa Hadiri Syukuran Pelantikan Kades Telaga

Berita Terbaru