Tulungagung, Jatim |Tribun News 99 — Musim kemarau yang berkepanjangan kembali memunculkan persoalan mendasar bagi warga di Kabupaten Tulungagung. Sedikitnya sekitar 500 kepala keluarga di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, kini menghadapi krisis air bersih setelah sumber-sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan sehari-hari mengalami penyusutan debit secara signifikan.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengatakan pihaknya telah menerima permohonan bantuan air bersih dari pemerintah Desa Kalidawe setelah dampak kekeringan semakin dirasakan warga.
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan pasokan air dari sumber alami tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Bencana kekeringan itu dilaporkan melanda dua dusun di Desa Kalidawe. Dampaknya dirasakan oleh lebih dari 500 kepala keluarga yang kini harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan pokok, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi lainnya.
Penurunan ketersediaan air terjadi seiring berlangsungnya musim kemarau yang menyebabkan debit mata air terus menyusut.
Selain dipengaruhi cuaca, karakteristik wilayah Kalidawe yang berada di kawasan pegunungan turut menjadi faktor yang memperparah kondisi.
Ketika curah hujan menurun dalam waktu cukup lama, cadangan air tanah dan mata air alami ikut berkurang sehingga distribusi air kepada warga tidak lagi berjalan normal.
Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Tulungagung mulai mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
Pada tahap awal, sebanyak dua tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Air tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sambil menunggu kondisi sumber air kembali membaik.
Tidak hanya mengirimkan pasokan air, BPBD juga menyalurkan bantuan tandon air agar distribusi yang dilakukan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.
Dengan adanya tempat penampungan tersebut, warga diharapkan dapat menyimpan cadangan air bersih sehingga penggunaannya dapat diatur sesuai kebutuhan selama musim kemarau masih berlangsung.
Menurut BPBD, bantuan serupa juga diberikan kepada sejumlah desa lain di Kecamatan Tanggunggunung yang mulai mengalami gejala kekeringan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih selama musim kemarau.
Fenomena kekeringan hampir setiap tahun menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah di Tulungagung yang memiliki kondisi geografis berbukit dan bergantung pada sumber mata air alami. Saat intensitas hujan menurun dalam periode panjang, ketersediaan air bersih menjadi persoalan yang berulang sehingga membutuhkan penanganan cepat melalui distribusi air bersih maupun langkah antisipatif jangka panjang.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan membuka kemungkinan penambahan distribusi bantuan apabila kebutuhan masyarakat meningkat. Warga juga diimbau menggunakan air secara bijaksana agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara merata hingga musim kemarau berakhir. [Hilal]




















