Tulungagung|Tribun News 99 – Kursi Sekolah Rakyat di Kota Blitar masih jauh dari target. Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026, jumlah peserta didik yang telah menyatakan siap mengikuti program tersebut baru mencapai sekitar 100 siswa dari total kuota 270 siswa yang disediakan pemerintah.
Kondisi itu membuat Pemerintah Kota Blitar bergerak mempercepat proses konfirmasi kepada calon peserta agar kesempatan yang telah dialokasikan tidak beralih ke daerah lain.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan pemerintah terus melakukan pendataan dan pendekatan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori calon penerima manfaat program.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, terdapat sekitar 7.000 warga yang berasal dari kelompok desil satu dan desil dua yang berpotensi menjadi sasaran program Sekolah Rakyat.
Setelah dilakukan proses verifikasi dan penyaringan, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 1.200 calon peserta didik. Mereka terdiri atas anak yang akan memasuki kelas satu sekolah dasar, kelas satu sekolah menengah pertama, kelas satu sekolah menengah atas, serta anak-anak yang sebelumnya tercatat putus sekolah.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan program benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang menjadi prioritas sesuai kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
Dari sekitar 1.200 calon peserta tersebut, pemerintah telah menyelesaikan pendataan lanjutan terhadap kurang lebih 600 orang. Namun, tidak seluruhnya langsung menyatakan bersedia mengikuti program. Hingga kini, peserta yang telah memberikan konfirmasi resmi baru sekitar 100 siswa, sehingga masih tersedia lebih dari separuh kuota yang belum terisi.
Pemerintah Kota Blitar menilai konfirmasi dari masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan program. Karena itu, warga yang telah didata diminta segera memberikan kepastian agar proses administrasi, penempatan, serta persiapan kegiatan belajar mengajar dapat diselesaikan tepat waktu.
Syauqul Muhibbin mengingatkan bahwa kuota yang tidak terisi bukan berarti akan tetap menjadi jatah Kota Blitar. Sesuai mekanisme pelaksanaan program, sisa kuota berpotensi dialihkan kepada peserta dari daerah lain yang memenuhi persyaratan apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak dimanfaatkan oleh warga setempat.
Pemerintah berharap masyarakat memahami bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya agar kembali memperoleh layanan pendidikan formal. Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat dinilai menjadi unsur penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Saat ini, seluruh perangkat daerah terkait masih melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada calon peserta beserta keluarganya. Langkah itu dilakukan untuk memastikan informasi mengenai manfaat, mekanisme, serta pelaksanaan Sekolah Rakyat diterima secara utuh sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang memadai.
Pemerintah Kota Blitar menargetkan seluruh kuota 270 siswa dapat terpenuhi sebelum MPLS dimulai pada akhir Juli. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai jadwal tanpa adanya kursi kosong yang akhirnya dialihkan kepada peserta dari luar daerah.
Keberhasilan memenuhi kuota tersebut juga diharapkan menjadi indikator bahwa program perluasan akses pendidikan mampu diterima dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang menjadi sasaran. [Hilal]




















