Tulungagung|Tribun News 99 – Pemerintah mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung. Langkah itu ditandai dengan survei lapangan yang dilakukan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan kesiapan lahan sebelum proyek memasuki tahap pembangunan.
Hasil peninjauan awal menunjukkan lokasi yang diusulkan dinilai memenuhi sejumlah persyaratan teknis, sehingga membuka peluang proyek tersebut direalisasikan sesuai target pada tahun ini.
Survei dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026, di lahan milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang telah diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai aspek mendasar, mulai dari kondisi akses menuju lokasi, ketersediaan jaringan listrik, sumber air bersih, hingga kondisi vegetasi yang masih berada di kawasan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari proses verifikasi sebelum proyek memasuki tahapan konstruksi.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Efif Sakti Wibowo, menjelaskan tim dari Kementerian PU melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kesiapan lahan.
Berdasarkan hasil peninjauan sementara, tim memberikan penilaian positif terhadap lokasi yang diajukan pemerintah daerah.
Menurut Efif, pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai dukungan infrastruktur agar aktivitas pendidikan di kawasan tersebut dapat berjalan optimal. Salah satu di antaranya adalah pembangunan dua akses jembatan menuju kompleks Sekolah Rakyat. Satu akses akan memanfaatkan jalur di kawasan Rusunawa Jepun, sedangkan satu akses lainnya akan dibangun di sisi timur kawasan sebagai jalur alternatif keluar masuk.
Selain akses jalan, pemerintah memastikan kebutuhan dasar seperti pasokan listrik dan air telah tersedia sehingga tidak menjadi hambatan dalam proses pembangunan maupun operasional sekolah nantinya.
Sementara itu, keberadaan tanaman tebu di sebagian area disebut tidak menjadi persoalan karena masa kontrak pemanfaatannya telah berakhir dan dapat ditertibkan ketika pembangunan dimulai.
Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 5,2 hektare dan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Area tersebut terbagi menjadi dua bidang yang dipisahkan oleh aliran sungai.
Pembagian kawasan itu telah disesuaikan dengan rencana tata bangunan yang akan dikembangkan oleh pemerintah pusat.
Pada bidang yang berada di sebelah utara Rusunawa Jepun direncanakan berdiri pusat sarana olahraga atau sport center sebagai fasilitas penunjang aktivitas siswa.
Sementara bidang lahan di sisi timur akan menjadi kawasan utama yang meliputi ruang belajar, asrama peserta didik, serta fasilitas pendukung lainnya. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan terpadu yang mendukung proses belajar sekaligus pembinaan karakter.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung masuk dalam pelaksanaan tahap ketiga program nasional. Berdasarkan rencana yang disampaikan pemerintah daerah, pekerjaan konstruksi diproyeksikan dimulai pada Oktober 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar enam hingga tujuh bulan, bergantung pada kondisi teknis di lapangan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih representatif, termasuk dukungan asrama bagi peserta didik.
Dengan dimulainya tahapan survei oleh Kementerian PU, proses pembangunan kini memasuki fase penting yang akan menentukan percepatan realisasi proyek tersebut di Kabupaten Tulungagung.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kehadiran Sekolah Rakyat di Tulungagung diharapkan tidak hanya memperkuat pemerataan layanan pendidikan, tetapi juga menghadirkan fasilitas pembelajaran yang lebih lengkap melalui integrasi ruang pendidikan, asrama, serta sarana olahraga dalam satu kawasan terpadu. [Hilal]




















