Tulungagung|Tribun News 99 – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di SMPN 4
Tulungagung bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah barisan peserta didik yang mengenakan seragam Pramuka lengkap, sekolah menegaskan kembali pentingnya disiplin, kemandirian, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Upacara peringatan tersebut digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026, di lingkungan SMPN 4 Tulungagung dan diikuti keluarga besar sekolah, mulai dari guru, pembina hingga seluruh peserta didik. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat sejak rangkaian upacara dimulai hingga selesai.
Nurhamid bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta didik untuk tidak berhenti memaknai Pramuka sebatas kegiatan baris-berbaris maupun aktivitas di lapangan.
Nilai Satya dan Darma Pramuka, menurut pesan yang disampaikan dalam upacara, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.
Pesan tersebut menjadi penting karena pendidikan kepramukaan memiliki ruang yang luas dalam membangun karakter peserta didik. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar kemampuan akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk kebiasaan, sikap dan rasa tanggung jawab yang akan dibawa siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Hari Pramuka tahun ini juga berkaitan dengan tema nasional, “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Tema tersebut menempatkan gerakan Pramuka tidak hanya sebagai organisasi pendidikan nonformal bagi generasi muda, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan ketahanan pangan.
Di lingkungan sekolah, semangat tersebut dapat diterjemahkan melalui kegiatan sederhana namun memiliki nilai pendidikan. Peserta didik dapat dikenalkan pada kegiatan menanam, merawat tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan hasil bumi secara bijak, serta memahami pentingnya menjaga sumber daya alam.
Dari kegiatan semacam itu, nilai gotong royong dan kemandirian tidak berhenti sebagai materi amanat, tetapi dapat diwujudkan dalam tindakan.
Upacara Hari Pramuka di SMPN 4 Tulungagung sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarwarga sekolah. Kehadiran guru, pembina dan peserta didik dalam satu rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan keteladanan dan keterlibatan bersama.
Bagi peserta didik, pengalaman mengikuti upacara dengan tertib juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mereka dilatih menghargai aturan, mengikuti tanggung jawab masing-masing, bekerja dalam kelompok dan menjaga sikap selama kegiatan berlangsung. Hal-hal yang tampak sederhana tersebut menjadi fondasi bagi pembentukan pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Semangat Pramuka juga tidak semestinya berhenti ketika upacara berakhir. Nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut justru diuji dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika siswa berada di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Kepedulian terhadap teman, menjaga kebersihan, menghormati guru, bertanggung jawab terhadap tugas dan mampu bekerja sama merupakan bentuk nyata dari semangat kepramukaan.
Dengan momentum Hari Pramuka ke-65, SMPN 4 Tulungagung diharapkan terus menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari proses pembentukan generasi yang tangguh, mandiri, berkarakter dan memiliki kepedulian sosial.

Sebab, tantangan generasi muda ke depan tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga integritas, kemampuan bekerja sama dan keberanian untuk mengambil peran positif.
Peringatan yang berlangsung pada 14 Agustus 2026 itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa semangat Pramuka akan memiliki makna ketika nilai-nilai yang diikrarkan diterjemahkan menjadi kebiasaan dan tindakan nyata.
Dari lingkungan sekolah, karakter itu dibentuk. Dari kebiasaan sederhana, tanggung jawab ditanamkan. Dan dari semangat kebersamaan, generasi muda dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
Salam Pramuka. Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia. [Hilal]




















