Tulungagung,Jatim|Tribun News 99 – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah sekaligus bangunan Rumah Makan Padang milik M. Rais di Jalan Raya Botoran Timur RT 03 RW 02, Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung, Rabu (8/7/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu sempat memicu kepanikan karena lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman yang cukup padat.
Api diduga pertama kali muncul dari kamar anak yang berada di sisi utara rumah. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting instalasi listrik yang kemudian dengan cepat menyambar material bangunan dan merembet ke bagian lain rumah serta area rumah makan. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar sehingga penghuni tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan sebagian besar barang berharga di dalam bangunan.
Kepala Seksi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 03.44 WIB. Begitu menerima informasi, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit kendaraan suplai air untuk mempercepat proses pemadaman.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar hampir seluruh bagian rumah dan rumah makan. Besarnya kobaran api serta kondisi bangunan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman tidak mudah. Petugas harus bekerja ekstra agar api tidak menjalar ke rumah-rumah warga lain yang berdiri berdekatan di sekitar lokasi kejadian.
Upaya pemadaman berlangsung lebih dari satu jam. Berkat koordinasi petugas pemadam, aparat terkait, serta dukungan masyarakat sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 04.55 WIB. Keberhasilan tersebut sekaligus mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas di kawasan permukiman padat penduduk.
Meski bangunan rumah dan rumah makan mengalami kerusakan berat hingga nyaris ludes terbakar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api menguasai seluruh bangunan. Namun, berbagai peralatan rumah tangga, perlengkapan usaha, serta isi bangunan tidak dapat diselamatkan.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta. Nilai kerugian itu meliputi kerusakan bangunan, perabot rumah tangga, perlengkapan usaha rumah makan, serta berbagai aset lain yang ikut terbakar.
Petugas masih melakukan pendataan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik, namun penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha berada dalam kondisi aman dan sesuai standar.
Pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik, penggunaan peralatan elektronik secara bijak, serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar, terutama di kawasan permukiman yang padat penduduk. [HILAL]




















