Tulungagung, Jawa Timur|Tribun News 99 — Menjelang berakhirnya masa libur sekolah dan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas perdagangan seragam sekolah di Kabupaten Tulungagung menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Sejumlah toko penyedia perlengkapan sekolah mulai dipadati orang tua dan wali murid yang mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka sebelum hari pertama masuk sekolah.
Peningkatan jumlah pembeli terlihat sejak sepekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan dimulainya proses daftar ulang dan persiapan peserta didik baru di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Situasi itu berdampak langsung terhadap naiknya permintaan berbagai jenis seragam sekolah yang menjadi kebutuhan utama siswa.
Salah seorang pemilik toko seragam di Tulungagung, M. Fahrudin, mengatakan lonjakan pembelian mulai terasa sejak awal Juli. Menurut dia, hampir seluruh jenis seragam mengalami peningkatan permintaan, meskipun seragam untuk siswa sekolah dasar menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen.
Ia menjelaskan bahwa pada hari-hari biasa penjualan seragam berada pada kisaran 10 hingga 15 stel per hari. Namun memasuki masa persiapan tahun ajaran baru, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 60 hingga 70 stel per hari.
Kenaikan itu menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belanja masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan.
Permintaan tertinggi tercatat pada seragam merah putih, batik sekolah, dan seragam Pramuka untuk siswa sekolah dasar. Sementara itu, untuk tingkat sekolah menengah pertama, seragam biru putih dan Pramuka menjadi pilihan yang paling banyak dicari.
Kondisi tersebut dinilai wajar karena banyak siswa baru yang harus melengkapi seluruh kebutuhan seragam sesuai ketentuan sekolah masing-masing.
Menurut Fahrudin, tren peningkatan penjualan diperkirakan masih akan berlangsung hingga dua pekan ke depan atau mendekati hari pertama kegiatan belajar mengajar.
Momentum ini menjadi periode yang paling dinantikan para pelaku usaha perlengkapan sekolah karena mampu mendongkrak omzet penjualan dibandingkan hari-hari biasa.
Meski demikian, ia menilai kondisi pasar tahun ini belum sepenuhnya pulih apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari sisi volume penjualan tahunan, terdapat kecenderungan penurunan karena sebagian masyarakat memilih berhemat di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Sejumlah orang tua, kata dia, kini lebih selektif dalam berbelanja. Sebagian hanya membeli atasan seragam yang baru, sementara bawahan masih memanfaatkan pakaian yang layak pakai dari tahun sebelumnya.
Ada pula keluarga yang menggunakan kembali seragam milik kakak yang telah lulus atau naik jenjang pendidikan.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya penyesuaian pola konsumsi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Di satu sisi, kebutuhan seragam tetap menjadi prioritas menjelang tahun ajaran baru. Namun di sisi lain, pertimbangan efisiensi pengeluaran juga semakin terlihat di kalangan keluarga.
Selain peningkatan jumlah pembeli, harga seragam sekolah tahun ini juga mengalami penyesuaian. Kenaikan harga relatif tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp2 ribu per set dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk seragam merah putih tingkat sekolah dasar, harga lengan pendek berkisar Rp130 ribu, sedangkan lengan panjang mencapai sekitar Rp160 ribu per set.
Adapun seragam biru putih untuk tingkat sekolah menengah pertama dipasarkan pada kisaran Rp170 ribu hingga Rp190 ribu. Sementara seragam Pramuka menjadi salah satu produk dengan harga tertinggi, yakni berada pada rentang Rp190 ribu hingga Rp200 ribu per set, tergantung ukuran dan jenis bahan yang digunakan.
Meningkatnya aktivitas perdagangan seragam sekolah menjadi salah satu indikator bergeraknya sektor usaha musiman yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Setiap menjelang tahun ajaran baru, kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis selalu mengalami peningkatan permintaan seiring persiapan siswa untuk kembali mengikuti proses belajar mengajar.
Dengan masih berlangsungnya masa persiapan masuk sekolah, para pedagang berharap tren peningkatan pembelian dapat terus bertahan hingga seluruh kebutuhan siswa terpenuhi.Sementara bagi orang tua dan wali murid, momentum ini menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak dapat memulai tahun ajaran baru dengan perlengkapan yang sesuai dan siap mengikuti kegiatan pendidikan secara optimal. [Hilal]




















