Tulungagung, Jatim|Tribun News 99 – Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) berinisial AA, 14 tahun, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Mastrip, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AG 2207 SA yang dikendarai korban dengan sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2246 URG.
Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal yang dihimpun petugas di lokasi kejadian, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai sepeda motor dari arah selatan menuju utara.
Pada saat bersamaan, mobil Avanza yang dikemudikan Bayu Iwan Setiawan, 34 tahun, warga Desa Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, melaju dari arah berlawanan.
Menurut Retno, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa sebelum tabrakan terjadi, terdapat sebuah kendaraan di depan sepeda motor korban yang diduga melakukan pengereman secara mendadak. Situasi tersebut diduga membuat korban terkejut dan berusaha menghindari kendaraan di depannya.
Karena jarak antarkendaraan sudah terlalu dekat, sepeda motor yang dikendarai korban bergerak ke lajur kanan dan pada saat bersamaan bertabrakan dengan mobil Avanza yang datang dari arah berlawanan.
“Informasi sementara yang kami peroleh mengarah pada dugaan bahwa korban berupaya menghindari kendaraan di depannya yang melakukan pengereman mendadak. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” kata Retno.
Polisi juga menyebut kendaraan yang diduga melakukan pengereman mendadak tersebut tidak berhenti di lokasi setelah insiden terjadi. Identitas maupun keberadaan kendaraan itu masih ditelusuri sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
Benturan yang terjadi mengakibatkan korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, pengemudi mobil Avanza dilaporkan tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, mengevakuasi korban, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan. Jenazah korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Retno mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat, serta menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi apabila tersedia. Langkah tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai penyebab kecelakaan dan memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara objektif.
Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mematuhi batas kecepatan, serta tetap berkonsentrasi saat berkendara. Pengendara juga diminta mengantisipasi kemungkinan kendaraan lain melakukan pengereman secara tiba-tiba sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian. Informasi yang berkembang sejauh ini masih bersifat keterangan awal berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait. [Hilal]




















