KEDIRI, Jatim|Tribun News 99 – Tahun ajaran baru 2026/2027 telah dimulai, namun ribuan siswa baru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kediri masih belum menerima bantuan seragam sekolah gratis yang dijanjikan pemerintah daerah.
Di saat sebagian orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, proses pengadaan seragam masih berada pada tahap administrasi dan persiapan sebelum memasuki mini kompetisi melalui e-katalog.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari sejumlah orang tua yang berharap bantuan dapat diterima sejak awal masuk sekolah. Meski demikian, Pemerintah Kota Kediri memastikan program seragam sekolah gratis tetap dilanjutkan dan tidak dibatalkan. Keterlambatan distribusi disebut berkaitan dengan tahapan pengadaan yang harus diselesaikan sesuai ketentuan agar kualitas barang yang diterima memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anthon Wartjiantono, menjelaskan bahwa seluruh proses masih berjalan sesuai prosedur. Tahapan pengadaan tidak hanya berfokus pada penunjukan penyedia, tetapi juga memastikan bahan kain yang akan digunakan benar-benar memenuhi spesifikasi teknis sehingga layak dipakai oleh para siswa.
Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kota Kediri mengalokasikan dana sekitar Rp5,68 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung program tersebut. Anggaran itu terdiri atas sekitar Rp2,04 miliar bagi kurang lebih 4.000 siswa baru jenjang SD dan sekitar Rp3,64 miliar untuk sekitar 6.000 siswa baru jenjang SMP.
Program bantuan tersebut ditujukan bagi seluruh siswa baru yang berdomisili di Kota Kediri, baik yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Dengan demikian, sasaran penerima tidak dibatasi berdasarkan status sekolah, melainkan domisili dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Setiap siswa penerima akan memperoleh tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, seragam Pramuka, dan seragam olahraga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga pada awal tahun ajaran sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan.
Sebelum penyedia ditetapkan sebagai pemenang pengadaan, seluruh peserta mini kompetisi diwajibkan menyerahkan sampel kain untuk menjalani pengujian di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil Kementerian Perindustrian. Pengujian dilakukan guna memastikan kualitas bahan sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan, sehingga seragam yang nantinya diterima siswa memiliki mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Dinas Pendidikan, proses mini kompetisi dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala, penetapan penyedia ditargetkan berlangsung pada akhir Agustus 2026. Setelah itu, proses produksi dan distribusi akan segera dilakukan sehingga pembagian seragam gratis kepada para siswa ditargetkan mulai pertengahan September 2026.
Pemerintah Kota Kediri menegaskan bahwa kehati-hatian dalam proses pengadaan merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran daerah sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai standar kualitas.
Di sisi lain, percepatan penyelesaian tahapan pengadaan tetap menjadi harapan masyarakat agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh para siswa yang telah memulai kegiatan belajar mengajar sejak awal tahun ajaran.
Program seragam sekolah gratis selama ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mengurangi beban biaya pendidikan keluarga. Karena itu, kepastian jadwal distribusi menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi orang tua yang telah menantikan realisasi bantuan tersebut.
Kini, perhatian tertuju pada penyelesaian seluruh proses pengadaan agar ribuan siswa baru di Kota Kediri dapat segera mengenakan seragam bantuan pemerintah tanpa harus menunggu lebih lama dari target yang telah ditetapkan. [Hilal]