Tulungagung |Tribun News 99 — Pergantian kursi anggota DPRD Tulungagung melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) kembali terjadi. Kali ini, Wahyu Pratama Alamsyah resmi mengemban amanah sebagai anggota DPRD Tulungagung periode 2024–2029 menggantikan ayahnya, Sutomo, yang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan. Pengambilan sumpah dan janji jabatan dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Tulungagung pada Kamis, 23 Juli 2026.
Pergantian tersebut berlangsung sesuai mekanisme yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan mengenai PAW anggota legislatif. Sutomo, yang sebelumnya terpilih sebagai anggota DPRD Tulungagung dari Partai Demokrat pada Pemilu 2024, memutuskan mengundurkan diri setelah kondisi kesehatannya dinilai tidak lagi memungkinkan untuk menjalankan tugas sebagai wakil rakyat secara optimal.
Dalam proses PAW, kursi yang ditinggalkan diisi oleh calon legislatif dari partai yang sama dengan perolehan suara sah terbanyak berikutnya di daerah pemilihan yang sama. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, Wahyu Pratama Alamsyah menjadi calon yang memenuhi syarat untuk menggantikan posisi tersebut.
Usai dilantik, Wahyu menyampaikan bahwa amanah sebagai anggota DPRD bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya warga Daerah Pemilihan VI Tulungagung yang telah memberikan kepercayaan melalui suara pada Pemilu 2024.
“Tentu bahagia dan menjadi tanggung jawab besar bagi saya untuk membawa aspirasi dari konstituen saya di Dapil VI Tulungagung,” ujarnya.
Wahyu membenarkan bahwa dirinya menggantikan ayah kandungnya melalui mekanisme PAW. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan Sutomo yang dinilai memengaruhi pelaksanaan tugas sebagai anggota DPRD.
“Kebetulan saya yang menggantikan bapak. Karena Pak Sutomo ada gangguan kesehatan sehingga memengaruhi kinerja di DPRD. Maka skema Pergantian Antar Waktu bisa menjadi pilihan,” katanya.
Setelah resmi menduduki kursi legislatif, Wahyu menyatakan perhatian utamanya akan diarahkan pada persoalan ekonomi masyarakat. Menurut dia, berbagai sektor usaha yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga sedang menghadapi tekanan akibat menurunnya daya beli dan meningkatnya biaya produksi.
Ia menyoroti pelaku usaha konveksi, peternakan, serta perdagangan yang disebut tengah menghadapi perlambatan usaha. Di sisi lain, harga berbagai bahan baku terus mengalami kenaikan sehingga mempersempit ruang gerak pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro dan kecil.
“Perkonomian masyarakat sedang lesu. Mulai dari sektor konveksi, peternakan dan perdagangan,” ujarnya.
Menurut Wahyu, persoalan tersebut membutuhkan langkah nyata dari pemerintah daerah melalui kebijakan yang mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai komunikasi yang intensif antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi salah satu upaya penting untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia berkomitmen membangun koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait maupun pimpinan pemerintah daerah agar berbagai aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak langsung terhadap pemulihan ekonomi.
“Itu beberapa poin yang akan saya perjuangkan dengan menjalin komunikasi dengan dinas terkait maupun Plt Bupati Tulungagung,” katanya.
Pelantikan Wahyu menandai berakhirnya proses administrasi PAW yang dilakukan setelah seluruh persyaratan sesuai ketentuan dipenuhi. Dengan resmi dilantiknya anggota DPRD yang baru, kursi legislatif yang sebelumnya kosong akibat pengunduran diri Sutomo kembali terisi sehingga fungsi representasi masyarakat di Daerah Pemilihan VI Tulungagung dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Ke depan, publik akan menantikan sejauh mana komitmen yang disampaikan Wahyu dapat diwujudkan dalam kerja-kerja legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat Tulungagung, kehadiran wakil rakyat baru diharapkan tidak berhenti pada seremoni pelantikan semata, melainkan mampu menghadirkan gagasan, pengawalan kebijakan, serta solusi konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. [Hilal]




















