Tulungagung|Tribun News 99 – Pemerintah mempercepat pembangunan Jalur Pantai Selatan (JLS) di Pulau Jawa dengan menargetkan jaringan jalan sepanjang 1.500 kilometer sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir.
Salah satu capaian terbaru ditandai dengan rampungnya pembangunan JLS di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang kini telah tersambung secara penuh.
Penyelesaian ruas Brumbun–Sine menjadi penanda tuntasnya pembangunan JLS di wilayah tersebut.
Ruas Lot 1A memiliki panjang sekitar 9,53 kilometer, sedangkan Lot 1B sepanjang 3,88 kilometer. Dengan selesainya dua ruas itu, total panjang JLS yang telah dibangun di Kabupaten Tulungagung mencapai 51,56 kilometer.
Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga yang difokuskan untuk memperluas akses transportasi di kawasan selatan Pulau Jawa.
Selama bertahun-tahun, wilayah pesisir selatan dikenal memiliki kondisi geografis yang menantang sehingga konektivitas antardaerah berkembang lebih lambat dibanding jalur utara.
Rampungnya JLS di Tulungagung menjadikan daerah ini sebagai kabupaten kedua di Jawa Timur yang berhasil menyelesaikan pembangunan Jalur Pantai Selatan secara menyeluruh setelah Kabupaten Pacitan.
Kehadiran jalur tersebut membuka alternatif perjalanan yang menghubungkan Tulungagung dengan Kabupaten Blitar maupun Trenggalek melalui kawasan pesisir.
Selain meningkatkan konektivitas, keberadaan JLS diharapkan mampu menjadi pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur ini menghubungkan sejumlah destinasi wisata pantai yang selama ini menjadi andalan daerah, seperti Pantai Sine, Pantai Dlodo, Pantai Gemah, Pantai Brumbun, hingga Pantai Kedung Tumpang.
Kemudahan akses diyakini dapat memperlancar arus wisatawan, distribusi hasil perikanan, perdagangan lokal, serta mendorong tumbuhnya sektor usaha mikro, kuliner, dan jasa di sepanjang kawasan pantai.
Pemerintah menargetkan pembangunan JLS di seluruh Pulau Jawa mencapai sekitar 1.500 kilometer. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan infrastruktur nasional agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang tidak hanya bergantung pada jalur pantai utara yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi darat di Pulau Jawa.
Keberadaan JLS juga diproyeksikan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur utama di kawasan utara sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan. Dengan terbukanya akses jalan yang lebih baik, kawasan yang sebelumnya relatif terisolasi diharapkan memperoleh peluang investasi, pengembangan pariwisata, serta peningkatan pelayanan publik yang lebih merata.
Meski demikian, manfaat jangka panjang pembangunan JLS akan sangat bergantung pada keberlanjutan pengembangan infrastruktur pendukung, pemeliharaan jalan secara berkala, serta sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengelola potensi ekonomi yang muncul.
Tanpa dukungan tersebut, keberadaan jalan baru berisiko belum memberikan dampak optimal terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir.
Penyelesaian JLS Tulungagung menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur nasional. Di sisi lain, target penyambungan Jalur Pantai Selatan hingga 1.500 kilometer menjadi pekerjaan besar yang memerlukan konsistensi pelaksanaan, penganggaran, serta pengawasan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat secara luas. [Hilal]




















