Tulungagung |Tribun News 99 — Aktivitas perdagangan di Pasar Ngemplak, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mendadak lumpuh setelah kebakaran melanda deretan kios pada Selasa (28/7/2026) dini hari.
Sedikitnya lima kios hangus dilalap api dalam peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik dari peralatan elektronik di salah satu kios. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp70 juta.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.05 WIB. Namun informasi baru diterima petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung sekitar pukul 04.25 WIB.
Setelah menerima laporan, tim pemadam segera bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil water supply.
Kasi Operasional Pemadam dan Evakuasi DPKP Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, kobaran api telah membesar dan menjalar ke bagian atap kios sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara cepat untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan pasar.
Menurut Bambang, kebakaran berdampak pada lima kios milik pedagang. Dua kios diketahui milik Jumiatin, warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol. Dua kios lainnya merupakan milik Tin, warga Blitar, sedangkan satu kios milik Vina, warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.
Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah proses pendinginan selesai, petugas melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari freezer dan lemari pendingin di salah satu kios. Dugaan tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi dan menjadi dasar evaluasi terhadap sistem kelistrikan yang digunakan para pedagang.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, lima kios mengalami kerusakan berat hingga seluruh barang dagangan di dalamnya ikut terbakar. Nilai kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan pasar tradisional yang umumnya dipenuhi instalasi listrik dan berbagai peralatan elektronik yang beroperasi dalam waktu lama. Pemeriksaan berkala terhadap kondisi kabel, sambungan listrik, serta perangkat elektronik dinilai menjadi langkah pencegahan yang perlu dilakukan guna meminimalkan risiko terjadinya insiden serupa.
DPKP Tulungagung mengimbau para pedagang agar rutin memastikan instalasi listrik di kios masing-masing dalam kondisi aman serta segera mengganti kabel atau peralatan elektronik yang sudah tidak layak pakai. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya kebakaran yang tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berdampak pada keberlangsungan usaha para pedagang. [Hilal]




















