Tulungagung|Tribun News 99 – RSUD dr. Iskak Tulungagung terus berkomitmen dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan workshop bertajuk “Penatalaksanaan Peralatan Medis dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD)”.
Dihadiri oleh puluhan peserta ini dibuka langsung oleh Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes. Tak hanya itu, agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen rumah sakit, Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta seluruh petugas CSSD dan tenaga kesehatan terkait.
Workshop ini diinisiasi secara terstruktur dan aplikatif untuk menyamakan persepsi dalam meningkatkan pemahaman, serta mengasah keterampilan teknis para petugas CSSD dalam aspek dekontaminasi. Melalui standardisasi ini, penatalaksanaan sterilisasi diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh unit pelayanan.
RSUD dr. Iskak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pelayanan yang menyentuh aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif wajib memenuhi standar mutu, akuntabel, transparan, serta aman bagi pasien.
Fokus utama dari patient safety adalah menekan angka kejadian infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan atau Health Care Associated Infections (HAIs). Terlebih di era saat ini, munculnya berbagai penyakit menular baru maupun penyakit lama yang kembali mewabah. Hal ini turut meningkatkan risiko terjadinya outbreak (wabah), baik di internal rumah sakit maupun masyarakat luas.
Dampak dari HAIs sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata karena berisiko memperpanjang waktu perawatan pasien, memicu pembengkakan biaya, hingga menurunkan mutu pelayanan secara keseluruhan.
“Bahkan dalam jangka panjang, risiko penanganan HAIs yang tidak optimal dapat berdampak pada konsekuensi hukum serta reputasi fasilitas kesehatan,”
Menyikapi kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, manajemen RSUD dr. Iskak harus senantiasa menjadi prioritas utama yang konsisten di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah komprehensif ini diwujudkan melalui penerapan kewaspadaan isolasi, surveilans HAIs, penerapan bundles, pencegahan infeksi terkait penggunaan peralatan medis dan tindakan bedah, hingga edukasi penggunaan antimikroba secara bijaksana.
Melalui pelaksanaan workshop intensif ini, para petugas CSSD diharapkan mampu mengaktualisasikan kompetensi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan, perlindungan kesehatan, serta jaminan keselamatan pasien yang prima di RSUD dr. Iskak Tulungagung. (Hilal)




















