Tulungagung|Tribun News 99 – Belasan hektare lahan sawah di Tulungagung mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Namun Dinas Pertanian Tulungagung belum mendapat laporan dari petani terkait tanaman padi yang gagal panen atau puso, (30/07/2026).
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto mengatakan, sejak awal Juni 2026 pihaknya telah mendapat laporan adanya lahan sawah yang mengalami kekeringan akibat dampak musim kemarau. Akibatnya petani kesulitan mendapat air untuk tanaman padi.
Beberapa lahan sawah yang mengalami kekeringan berada di Kecamatan Pakel. Berdasarkan laporan terdapat lahan sawah seluas 7 hektare mengalami kekeringan.
“Di Kecamatan Pakel lahan sawah yang mengalami kekeringan berada di Desa Ngebong seluas 2 hektare dan Desa Suwaluh seluas 5 hektare,” ujarnya.
Selanjutnya, Dinas Pertanian Tulungagung juga mendapat laporan lahan sawah di Desa Wates dan Desa Pelem Kecamatan Campurdarat mengalami kekeringan. Kekeringan terjadi sejak awal Juli 2026 lalu.
“Di Kecamatan Campurdarat lahan sawah yang alami kekeringan seluas 4 hektare,” terangnya.
Apabila ditotal, lahan sawah yang mengalami kekeringan mencapai 11 hekatre dalam dua bulan terakhir. Namun sampai saat ini Dinas Pertanian Tulungagung belum mendapat laporan adanya lahan sawah yang gagal panen akibat kekeringan.
“Dampak kekeringan belum terlalu parah, jadi tidak ada tanaman padi yang dilaporkan gagal panen,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian Tulungagung telah memberikan bantuan pompanisasi lahan sawah di Kecamatan Pakel. Pompanisasi diyakini dapat menjadi solusi atas masalah kekeringan bagi petani.
“Sedangkan untuk lahan sawah yang mengalami kekeringan di Kecamatan Campurdarat masih dalam proses distribusi bantuan pompanisasi,” paparnya.
Dinas Pertanian Tulungagung juga melakukan pemetaan terhadap lahan sawah berada di pegunungan yang berpotensi alami kekeringan. Hal ini penting dilakukan agar dapat melakukan antisipasi sejak dini. (Hilal)




















