Kepemimpinan Plt Bupati Tulungagung Dinilai Gagap Infrastruktur: Proyek Jalan Rejosari Batal, Warga Sine Terpaksa Patungan Beli Cor

Hilal

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:41 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun News 99. Jawa Timur-Tulungagung Kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mendulang kritik keras dari masyarakat. Sorotan tajam tertuju pada lemahnya eksekusi kebijakan infrastruktur dasar setelah proyek peningkatan jalan di ruas Rejosari resmi batal dikerjakan pada tahun anggaran 2026.

​Kegagalan Plt Bupati dalam memastikan janjinya terealisasi kian tampak saat penanganan darurat berupa pemeliharaan jalan yang disepakati bersama warga tak kunjung dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kondisi ini memaksa warga Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, mengambil alih peran pemerintah dengan menggalang dana mandiri untuk memperbaiki jalan rusak.

​Langkah swadaya ini diambil karena akses menuju Pantai Sine—destinasi vital yang kini menyambung dengan Jalur Lintas Selatan (JLS)—berada dalam kondisi membahayakan keselamatan dan mengancam potensi ekonomi warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cemoro Sewu Sine, Yoni, mengonfirmasi bahwa aksi patungan ini lahir dari kepasrahan warga atas absennya kehadiran Pemkab Tulungagung di lapangan.

​”Kami bersama warga setempat sepakat menggalang dana untuk memperbaiki akses jalan menuju Sine, sebab jalan tersebut sudah rusak parah. Sehingga acap kali terjadi kecelakaan. Apalagi di saat hari libur banyak wisatawan dari luar kota, tentu hal ini sangat memprihatinkan,” ujar Yoni, Rabu (5/8/2026).

​Yoni menceritakan, warga sebenarnya telah kooperatif dengan menghadiri audiensi bersama jajaran DPRD dan Pemkab Tulungagung. Dalam forum resmi tersebut, warga memaklumi keputusan pemerintah yang menunda pembangunan jalan utama ke tahun 2027.

​Namun, kesepakatan itu menyertakan syarat tegas: Dinas PUPR wajib melakukan pemeliharaan rutin berupa penambalan lubang-lubang kritis sebelum pengerjaan besar dilakukan. Kesepakatan ini disetujui pihak Pemkab, namun hingga kini nihil realisasi.

​”Hanya saja sebelum pembangunan tersebut dilaksanakan, kami minta pihak PU melakukan perawatan atau menambal akses jalan yang rusak parah. Dan hal ini sudah disepakati dalam audiensi. Namun faktanya hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari pihak PU melakukan perbaikan jalan,” tegas Yoni.

​Merasa janji Pemkab hanya menjadi pelipur lara, warga bersama pengelola wisata mengumpulkan dana dari masyarakat hingga wisatawan yang melintas. Hasilnya, warga berhasil membeli puluhan kubik material beton untuk menambal sendiri jalan kabupaten tersebut.

​”Alhamdulillah berkat hasil penggalangan dana dari masyarakat dan wisatawan yang terkumpul, kami belikan cor redimik sebanyak 20 kubik,” ungkap Yoni.

​Fenomena warga yang membiayai sendiri perbaikan jalan publik menjadi penanda tumpulnya pengawasan Plt Bupati Tulungagung terhadap jajaran dinas teknis di bawahnya. Sejumlah pengamat kebijakan daerah menilai, keterlambatan penanganan pada jalan strategis pariwisata mencerminkan kurangnya kepedulian kepemimpinan daerah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.

​Sebagai pemegang tampuk pimpinan tertinggi di Pemkab Tulungagung, Plt Bupati dinilai bertanggung jawab penuh atas lambannya respons Dinas PUPR. Alokasi perawatan jalan rutin yang mestinya bisa dieksekusi cepat tanpa hambatan anggaran besar justru terabaikan. Aksi warga membeli 20 kubik cor redimik secara mandiri menjadi bukti konkret jatuhnya kepercayaan publik terhadap komitmen Pemkab Tulungagung.

​Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari Plt Bupati Tulungagung serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung terkait alasan tidak dijalankannya kesepakatan pemeliharaan jalan tersebut. (Hilal)

Berita Terkait

PENGERJAAN PEMBANGUNAN TROTOAR JALAN TEUKU UMUR, PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN TURUN KEJALAN.
Tujuh Kursi Kosong, Pimpinan OPD Di Pemkab Tulungagung Telah Di isi
DINAS PUPR TULUNGAGUNG KEBUT PERBAIKAN JALAN DI KARANGREJO
PENGERJAAN PEMBANGUNAN TROTOAR JALAN TEUKU UMUR, PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN TURUN KEJALAN.
ACARA TASYAKURAN MEMPEINGATI HARI SANTRI MASIONAL DIHADIRI PLT. BUPATI AHMAD BAHARUDIN.
SMPN6 Tulungagung Peringati Hari Santri Nasional 
HARI SANTRI NASIONAL 2026, SMPN 6 TULUNGAGUNG BAGIKAN 380 PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA.
KEJUARAAN PIALA BUPATI KEDIRI 2026 DIPEREBUTKAN KONTINGEN DARI SMPN 1 GURAH KEDIRI

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Melalui MTQH, Danramil Lunyuk Perkuat Harmoni Sosial dan Nilai Spiritual Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:16 WIB

MTQH Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda, Danramil Moyo Hilir Hadir Berikan Dukungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Melalui Pembinaan Teritorial, Babinsa Moyo Mekar Dukung Program Pendataan Sosial Ekonomi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Kerekeh hingga Kerato, Babinsa Dukung Koordinasi Program Bedah Rumah di Lima Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dukung Masa Depan Pencari Kerja, Kasdim Sumbawa Hadir di Sumbawa Job Fair 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Anggota Koramil 1607-03/Ropang Bersama Warga Gotong Royong di Desa Lenangguar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Pemuda Tangguh, Indonesia Kuat: Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Upacara Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Jaga Kedekatan dengan Masyarakat, Babinsa Hadiri Syukuran Pelantikan Kades Telaga

Berita Terbaru