Tulungagung|Tribun News 99.com — Jalanan Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026), berubah menjadi ruang kebersamaan warga. Dari empat dusun, masyarakat berbondong-bondong mengikuti gerak jalan sehat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Ngujang itu tidak sekadar menjadi agenda perayaan Agustusan. Di balik barisan peserta yang berjalan bersama, terselip pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, kerukunan, serta hubungan sosial antarmasyarakat di tengah kehidupan desa.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai. Peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti gerak jalan dengan suasana meriah. Warga yang berada di sekitar lokasi turut menyaksikan jalannya kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.
Start gerak jalan secara resmi dilepas oleh Kepala Desa Ngujang, Siswandi, S.T. Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera start yang disambut antusias para peserta.
Kehadiran masyarakat dari empat dusun menjadi salah satu gambaran kuat bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan penyelenggara dan peserta, tetapi juga mendapat perhatian dari masyarakat desa secara luas.
Siswandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama panitia, masyarakat, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas.
“ Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, rekan-rekan panitia, serta masyarakat desa yang telah membantu sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana. Semoga hal ini bisa menjadi pemicu agar kegiatan tahun depan dapat digelar lebih besar lagi,” ujar Siswandi.
Bagi pemerintah desa, peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan semata-mata tentang kemeriahan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Karena itu, pesan persaudaraan menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan gerak jalan sehat tersebut. Masyarakat dan pemuda diharapkan dapat terus menjaga hubungan baik serta menciptakan lingkungan desa yang rukun dan kondusif.
Siswandi juga mengingatkan para peserta agar menjaga sportivitas selama mengikuti kegiatan. Gerak jalan sehat, kata dia, hendaknya dipandang sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, bukan sekadar ajang untuk mencari kemenangan.
“Semoga kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang rukun, damai, dan kondusif. Kepada para peserta gerak jalan sehat ini, selalu jaga sportivitas, karena ajang gerak jalan sehat ini pada hakikatnya adalah untuk mempererat tali silaturahmi di antara kita. Mari kita bersama-sama menciptakan Tulungagung yang kondusif dan aman,” tuturnya.
Gerak jalan tersebut menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mulai terasa di berbagai wilayah menjelang 17 Agustus. Di tingkat desa, kegiatan semacam ini menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul dan merayakan kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Di Ngujang, kemeriahan itu berlangsung melalui langkah warga yang bergerak bersama dari berbagai dusun. Pemerintah desa menempatkan kegiatan tersebut sebagai momentum membangun kebersamaan sekaligus menjaga semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan penuh antusiasme. Warga yang hadir tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga ikut memberikan dukungan terhadap rangkaian kegiatan yang digelar untuk menyambut hari kemerdekaan.
Semangat yang ingin dibangun pun sederhana: kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan warga. Dari kegiatan gerak jalan sehat, Pemerintah Desa Ngujang berharap hubungan antarmasyarakat semakin erat dan suasana desa tetap aman, rukun, serta kondusif.
Dengan semangat “Adil dan Makmur”, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Ngujang akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan jalan bersama. Ia menjadi momentum bagi masyarakat empat dusun untuk bertemu, bersilaturahmi, dan meneguhkan kembali semangat persaudaraan di tengah kehidupan desa. [Hilal]




















