Karimun|Tribun News 99 — Untuk mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat di wilayah operasional perusahaan, PT TIMAH (Persero) Tbk menyerahkan bantuan untuk mendukung pembangunan Rumah Doa Gereja Methodist Indonesia (GMI) Jemaat Pos Wesley, Kabupaten Karimun.
Rumah doa yang berada di Gang Sahata, Desa Sukamaju, Kelurahan Sungai Pasir, Kabupaten Karimun, tersebut menjadi salah satu fasilitas yang telah lama dinantikan jemaat.
Selama sekitar tiga tahun, jemaat Pos Wesley masih menggunakan tempat yang disewa untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan.
Ketua Pembangunan Rumah Doa GMI Jemaat Pos Wesley Kabupaten Karimun, Vebrian Amos B Sinaga, mengatakan pembangunan rumah doa saat ini telah mencapai sekitar 25 persen.
“Pembangunan rumah doa saat ini progres pembangunannya sekitar 25 persen,” ujar Vebrian, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam pembangunan rumah doa adalah keterbatasan dana. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan swadaya jemaat serta dukungan dari berbagai pihak.
Menurutnya, kehadiran rumah doa sangat diperlukan karena kelak tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang bagi jamaah untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pembinaan.
“Pelayanan yang akan dilaksanakan di rumah doa ini antara lain pelayanan doa, pelayanan firman, dan pelayanan kasih,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Pembangunan Rumah Doa GMI Jemaat Pos Wesley, Ramsida, mengatakan pembangunan saat ini mulai dilakukan, termasuk pekerjaan penimbunan lahan. Lokasi rumah doa tersebut dipilih karena letaknya tidak jauh dari gereja dan diharapkan dapat menjadi tempat yang lebih mewakili bagi jemaat.
“Baru mulai kami timbun karena lokasinya agak dekat dari gereja. Selama ini kami masih menyewa tempat untuk kegiatan jemaat. Oleh karena itu, kami berusaha mewujudkan rumah doa ini,” kata Ramsida.
Dikatakannya, pembangunan rumah doa dilakukan melalui berbagai sumber pendanaan, mulai dari swadaya jemaat hingga kegiatan penggalangan dana. Namun dukungan dari PT TIMAH menjadi tambahan yang sangat berarti untuk mempercepat proses pembangunan.
“Selain bantuan dari PT TIMAH, kami juga menggalang dana melalui bazar dan swadaya dari para jemaat. Kami mengucapkan terima kasih karena bantuan ini cukup besar dan sangat membantu pembangunan rumah doa,” ujarnya.
Ramsida menuturkan, selama ini berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan jemaat tetap dilaksanakan meski harus menggunakan tempat sewaan. Dengan adanya rumah doa sendiri, jemaat berharap kegiatan dapat dilakukan dengan lebih leluasa dan berkelanjutan.
Nantinya, rumah doa tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari ibadah rutin, pelatihan anak-anak, kegiatan sosial, pendidikan hingga seni. Salah satunya adalah kegiatan belajar musik bagi anak-anak di sekitar dan jemaat.
Bagi jemaat Pos Wesley, dukungan PT TIMAH tidak hanya dimaknai sebagai bantuan pembangunan secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian yang memberikan semangat bagi mereka untuk mewujudkan rumah doa yang telah lama diimpikan.
Ia mengatakan, bantuan tersebut membuat jemaat yang selama ini merindukan rumah doanya sendiri merasa dijanjikan dan terberkati.
“Jemaat yang merindukan rumah doa merasa terberkati dan menerima bantuan. Berkat bantuan PT TIMAH, pembangunan rumah doa ini bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan rumah doa dapat terus berjalan hingga selesai sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh umat untuk beribadah dan melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan.
“Kami berharap ke depan rumah doa ini dapat menjadi tempat pelayanan dan membawa kebaikan bagi jemaat serta masyarakat sekitar. Semoga dukungan dan semangat saling membantu ini terus terjaga,” katanya. [M.Nainggan]
Sumber : Humas PT Timah (Persero) Tbk.




















