Tulungagung| Tribun News 99 – Akses pemeriksaan CT-Scan bagi masyarakat di wilayah Tulungagung bagian selatan masih menunggu satu tahapan penting sebelum dapat dibuka secara luas, Kamis (20/08/2026).
RSUD Campurdarat dr. Karneni telah menyiapkan fasilitas dan sumber daya untuk pelayanan tersebut, tetapi penggunaannya kepada masyarakat secara umum belum sepenuhnya diberlakukan karena proses kredensialing BPJS serta sejumlah persyaratan administratif masih berjalan.

Kondisi itu membuat layanan CT-Scan di rumah sakit yang berada di Kecamatan Campurdarat tersebut belum dapat diandalkan sebagai layanan pemeriksaan terbuka bagi seluruh pasien, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk sementara, pemanfaatan alat masih terbatas pada pasien internal tertentu dengan mekanisme pembayaran umum atau mandiri.
Persiapan layanan CT-Scan dilakukan sebagai bagian dari upaya RSUD Campurdarat dr. Karneni memperluas kemampuan diagnostik sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kawasan selatan Tulungagung. Wilayah yang berpotensi memperoleh manfaat antara lain Campurdarat, Bandung, Besuki, Pakel, Tanggunggunung dan daerah sekitarnya.
Selama fasilitas CT-Scan belum beroperasi secara penuh, pasien yang membutuhkan pemeriksaan tersebut masih dapat memerlukan rujukan ke rumah sakit lain yang mempunyai layanan serupa. Dalam praktik pelayanan medis, pemeriksaan CT-Scan dapat menjadi bagian penting dalam membantu dokter memperoleh gambaran kondisi tubuh pasien secara lebih rinci, sesuai indikasi medis.
Situasi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan fasilitas diagnostik di RSUD Campurdarat dinilai penting. Pasien tidak lagi harus selalu menempuh perjalanan menuju fasilitas kesehatan yang berada lebih jauh apabila layanan CT-Scan di rumah sakit tersebut nantinya telah memenuhi seluruh persyaratan dan dapat digunakan secara penuh.
Terlebih bagi pasien dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan penunjang secara cepat, perpindahan pasien antar-fasilitas kesehatan membutuhkan koordinasi serta kesiapan transportasi. Penggunaan ambulans untuk membawa pasien menjalani pemeriksaan di rumah sakit lain juga merupakan bagian dari proses pelayanan yang harus diperhitungkan oleh fasilitas kesehatan.
Dari sisi kesiapan sarana, RSUD Campurdarat dr. Karneni disebut telah menyiapkan fasilitas gedung radiologi yang diperuntukkan bagi pelayanan dengan memperhatikan ketentuan keselamatan radiasi. Peralatan CT-Scan juga telah tersedia, demikian pula sumber daya manusia pendukung, termasuk tenaga radiografer dan dokter spesialis radiologi.
Namun, tersedianya alat dan tenaga kesehatan belum otomatis membuat layanan dapat dibuka secara luas. Pelayanan kesehatan memerlukan pemenuhan berbagai ketentuan teknis, administratif, perizinan, serta mekanisme kerja sama dengan penjamin kesehatan agar dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, manajemen rumah sakit masih menyelesaikan sejumlah proses sebelum layanan CT-Scan dapat diluncurkan secara resmi. Salah satu tahapan yang menjadi perhatian adalah kredensialing BPJS sebagai bagian dari proses untuk memungkinkan pelayanan pemeriksaan tersebut terintegrasi dengan sistem JKN.
Tahapan tersebut penting bagi masyarakat karena keberadaan alat CT-Scan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga menyangkut bagaimana layanan tersebut dapat diakses pasien sesuai status pembiayaan dan ketentuan penjaminan kesehatan.
Apabila seluruh proses selesai dan layanan telah dinyatakan memenuhi persyaratan, keberadaan CT-Scan di RSUD Campurdarat diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pasien dari kawasan selatan untuk menuju rumah sakit lain hanya demi memperoleh pemeriksaan diagnostik tersebut.
Pengembangan layanan ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas rumah sakit daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan bangunan dan peralatan medis. Kesiapan tenaga profesional, keselamatan pasien, kepatuhan terhadap regulasi, sistem pelayanan, serta kepastian pembiayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebelum sebuah layanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.
Untuk saat ini, masyarakat masih perlu memahami bahwa layanan CT-Scan RSUD Campurdarat dr. Karneni belum dibuka sepenuhnya untuk pelayanan umum dan peserta JKN. Pembukaan secara luas masih menunggu penyelesaian proses kredensialing BPJS dan persyaratan pendukung lainnya.

Manajemen rumah sakit berharap seluruh tahapan tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga pelayanan CT-Scan nantinya dapat dioperasikan secara penuh. Jika telah resmi tersedia, layanan tersebut diharapkan menjadi tambahan penting bagi fasilitas kesehatan di Tulungagung selatan sekaligus memperpendek akses masyarakat terhadap pemeriksaan diagnostik yang dibutuhkan berdasarkan pertimbangan medis.
Dengan demikian, persiapan CT-Scan di RSUD Campurdarat bukan sekadar penambahan sebuah perangkat medis, melainkan bagian dari proses memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat. Keberhasilan layanan tersebut pada akhirnya akan bergantung pada penyelesaian seluruh persyaratan dan kesiapan operasional sebelum dibuka secara penuh kepada pasien. [Hilal]




















