BUDAYA DI DESA SOBONTORO 2026, SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN JAGA BUDAYA DENGAN BARIS KREASI.
Tulungagung|Tribun News 99 – Karnaval Budaya Sobontoro (5/8/2026) Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, ribuan warga larut dalam semarak HUT 81-RI didalam Tradisi dan semangat kemerdekaan.
Karnaval Budaya dan Baris kreasi Sobontoro 2026 di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung diikuti ribuan warga yang larut dalam semarak HUT ke 81-RI dengan penuh pesona tradisi dan semangat kemerdekaan.
Ribuan warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung memadati jalan desa pada hari Sabtu (5/8/2026) didalam Karnaval Baris kreasi dan seni Budaya Sobontoro.
Acara ini menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan mengusung tema “Merajut Kebhinekaan, Membangun Persatuan.”
Tidak kurang dari 9 RW dan 22 RT dan penampilan dari SMK Veteran dan SMK Brawijaya ikut serta dalam pawai Baris kreasi dalam budaya ini.
Peserta menampilkan berbagai atraksi seni,tarian Serta kreasi busana tradisional, hingga pertunjukan tarian kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat kebersamaan warga Tulungagung.
Liputan Awak media dari Tulungung, kediri dan Trenggalek serta Antusiasme masyarakat desa terlihat luar biasa untuk menyaksikan kegiatan ini.

Penyerahan cinderamata piagam penghargaan dari kepala desa pada peserta karnaval Baris kreasi diberikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Sobontoro. H.Sodiq Afandi S.Sos mengungkapkan, jumlah peserta yang terlibat tahun ini lebih kreatif dalam memeriahkan HUT-81 di desa sobontoro.
Acara yang dimulai jam 19:00 WIB hingga sampai jam 23:00 WIB berlangsung sangat meriah. Antusias warga Sobontoro sungguh luar biasa,” ujarnya penuh syukur.
Sebelum acara, persiapan karnaval sudah dilakukan pemdes sejak jauh hari melalui musyawarah yang melibatkan seluruh lembaga desa, karang taruna hingga para ketua RT/RW.
Panitia juga menata jalur rute karnaval agar tidak mengganggu lalu lintas umum dengan memanfaatkan banyaknya akses alternatif di Desa Sobontoro.
Kades H.Sodiq Afandi menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi masyarakat yang ikut Serta memeriahkan karnaval yang melampui ekspektasi.
Tahun ini antusiasme warga Sobontoro untuk ikut menyemarakkan HUT -81 sangat tinggi.
Acara karnaval yang dimulai jam 18:00 WIB kali ini baru tuntas hampir pukul 23:30 WIB malam. Ini bukti kebersamaan dan semangat warga Sobontoro sangat luar biasa.
Kemeriahan karnaval juga mendapat perhatian para tamu kehormatan. Hadir PLT Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin SM, bersama jajaran perangkat desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu mulai dari kapolsek, camat Boyolanggu serta Danramil, hingga beberapa kepala desa tetangga dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat menjaga budaya dan kebersamaan. Karnaval tahun ini bukan sekadar hiburan bagi masyarakat Sobontoro, kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi, menumbuhkan persatuan, sekaligus melestarikan tradisi leluhur.
“Meskipun berbeda suku, budaya, dan agama, kita tetap satu Kesatuan budaya Melalui karnaval ini, kita ingin menumbuhkan kembali kecintaan pada budaya leluhur yang arif dan bersahaja,” tegas Kades H.Sodiq Afandi.
Salah satu peserta karnaval menambahkan bahwa karnaval budaya ini menjadi wadah kreativitas warga sekaligus pengikat solidaritas. “Harapan kami tahun depan lebih meriah lagi, dengan kreativitas yang semakin beragam dan bisa mencakup lebih luas,” katanya.
Kepala desa H.Sodiq Afandi, atas penyelenggaraan Karnaval Budaya Desa Sobontoro saat ini, mewakili Pemdes Sobontoro, menyampaikan ucapan terima kasih kepada elemen masyarakat, panitia, aparat keamanan TNI-Polri, linmas, hingga seluruh organisasi masyarakat yang turut menjaga ketertiban acara ini berjalan lancar.

Karnaval Budaya Sobontoro 2026 pun menorehkan catatan manis. “Bukan hanya meriah, melainkan juga sarat makna persatuan, kebinekaan, dan cinta tanah air di tengah keberagaman masyarakat Tulungagung,” ungkap kepala desa H.Sodiq Afandi.
Kegiatan Karnaval juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyatakat, termasuk pemilik salon,persewaan pakaian adat,pedagang kaki lima dan UMKM disekitaran desa Sobontoro [Hilal]




















